Melalui jaringan backlink yang kami miliki merupakan penyedia jasa backlink menerima berbagai backlink Indonesia dengan layanan jasa backlink murah yang kami kelola secara manual dan profesional. Kami menawarkan jasa backlink terbaik. Bagaimana cara membeli backlink dari kami?. Silahkan 👉 Hubungi Kami! harga sangat terjangkau!

Content Placement

Berikut adalah daftar 50 situs Jaringan Backlink kami!
01. Backlink Indonesia 26. Iklan Maluku Utara
02. Backlink Termurah 27. Iklan Nusa Tenggara Barat
03. Cara Membeli Backlink 28. Iklan Nusa Tenggara Timur
04. Iklan Aceh 29. Iklan Online Indonesia
05. Iklan Bali 30. Iklan Papua
06. Iklan Bangka Belitung 31. Iklan Papua Barat
07. Iklan Banten 32. Iklan Riau
08. Iklan Bengkulu 33. Iklan Semesta
09. Iklan Dunia 34. Iklan Sulawesi Barat
10. Iklan Gorontalo 35. Iklan Sulawesi Selatan
11. Iklan Internet 36. Iklan Sulawesi Tengah
12. Iklan Jakarta 37. Iklan Sulawesi Tenggara
13. Iklan Jambi 38. Iklan Sulawesi Utara
14. Iklan Jawa Barat 39. Iklan Sumatra Barat
15. Iklan Jawa Tengah 40. Iklan Sumatra Selatan
16. Iklan Jawa Timur 41. Iklan Sumatra Utara
17. Iklan Kalimantan Barat 42. Iklan Terbaru
18. Iklan Kalimantan Selatan 43. Iklan Yogyakarta
19. Iklan Kalimantan Tengah 44. Jaringan Backlink
20. Iklan Kalimantan Timur 45. Jasa Backlink
21. Iklan Kalimantan Utara 46. Jasa Backlink Murah
22. Iklan Kepulauan Riau 47. Jasa Backlink Terbaik
23. Iklan Lampung 48. Jasa Backlink Termurah
24. Iklan Link 49. Media Backlink
25. Iklan Maluku 50. Raja Backlink

Kami jaringan backlink sebagai media backlink bisa juga menerima content placement yakni jasa backlink termurah kami di dalam artikel. Pesan segera jasa backlink termurah ini. Karena kami adalah raja backlink yang sebenarnya!

Peluang Agen Iklan Online
Tampilkan postingan dengan label TAUSIAH KELUARGA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TAUSIAH KELUARGA. Tampilkan semua postingan

Beginilah Ciri-Ciri Ayah yang Merugi

Info informasi Beginilah Ciri-Ciri Ayah yang Merugi atau artikel tentang Beginilah Ciri-Ciri Ayah yang Merugi ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.

TEMPO INDONESIA - Eksistensi seorang ayah sangat dibutuhkan dalam sebuah keluarga. Tidak hanya sebagai pencari nafkah saja, ayah juga bertanggung jawab dalam proses tumbuh kembang anaknya. Ternyata peran ibu saja tidak cukup untuk membentuk anak menjadi pribadi hebat.

Namun tidak semua pria yang sudah punya anak istri mengerti akan hal ini. Terlebih mereka yang memiliki pekerjaan dan kesibukan tinggi. Bisnis dan kantor seolah menjadi prioritas utama, sementara anak  masih bisa menunggu setelahnya.

Untuk para pria jangan sampai masuk dalam kategori ayah berikut ini. Pasalnya tidak hanya menyesal di hari kemudian nanti, akan tetapi anda masuk dalam daftar ayah yang merugi.  Seperti apa ciri-cirinya? Berikut ini selengkapnya.

1. Ayah yang Sama Anak Tidak Lengket, Giliran Ngumpul Sibuk Main Gadget

Ciri seorang ayah yang merugi adalah tidak lengket dengan anaknya. Lengket dalam hal ini ayah dan anak seolah memiliki batasan dalam berkomunikasi. Terkadang anak lebih memilih bermain dengan paman, tetangga, atau pembantunya dibanding harus bermain dengan sang ayah.

Hal ini terjadi karena muncul rasa tidak nyaman sang anak untuk berkomunikasi dengan sang ayah. Kebiasaan ayah yang jarang di rumah dan sibuk bekerja, jarang membelai mesra anak, serta jarang berbincang inilah yang membuat anaknya merasa canggung. Alhasil ini membuat mereka tidak nyaman berdekatan dengan ayah.

Tidak jarang diantara kita sering melihat seorang ayah lebih memilih bermain gadget dibanding bermain dengan anaknya. Jika pun mengajak anaknya bermain gadget bersama, namun perangkat ini lebih mendominasi pikiran si ayah dibanding memikirkan anaknya. Jika sudah begini, anak mencari kesibukan lain dan meninggalkan ayahnya yang sedang sibuk bersama handphone-nya.

2. Pendidikan Anak Urusan Ibu dan Guru, Ayah Gak Mau Tau yang Penting Cari Duit Dulu
Anda senyum-senyum? Semoga tidak masuk dalam kategori ini. Tidak semua, namun ada sebagian oknum ayah yang mempunyai pikiran seperti ini. Uang menjadi prioritas utama, alasannya untuk pendidikan anaknya.

Sehingga jika terjadi sesuatu terhadap pendidikan sang anak, maka ayah akan berkata seperti ini pada Ibu �Ibu gimana sih, kok bisa sekolah adek seperti ini,  ayah tu udah capek bekerja untuk nyekolahin adek, urusan begini saja ibu tidak bisa urus� Begitulah kira-kira kalimat yang muncul dari ayah, ketika sang anak membuat masalah di sekolah.

Artinya, ayah menyerahkan sepenuhnya tanggungjawab pendidikan kepada ibu, sementara Ia tidak mau tahu, karena sudah mencari uang untuk itu. Sehingga tidak boleh diganggu dengan urusan begitu. 

Awas, jika sudah begini, anda termasuk dalam kategori ayah yang merugi. Anda sangat rugi, karena gagal menyaksikan dan membentuk anak dalam proses pendidikannya. Padahal peran anda sebagai pria yang dianggap kuat dan berkepribadian sangat dibutuhkan sang anak menyongsong masa depan.

3. Ayah yang Tidak Mau Tahu Perkembangan Anak, Yang Penting Menafkahi Dan Ngasi Makan Enak
Karena anak juga manusia, mereka memiliki rasa dan asa. Tidak hanya mobil-mobilan boneka, atau uang banyak untuk makan enak, namun anak juga sangat membutuhkan kehadiran ayahnya ditengah�tengah mereka.

Bayangkan jika anda di posisi mereka, bermain tanpa kehadiran ayah, makan enak hanya dengan ibu saja, pasti akan sangat menyakitkan. Meskipun pada akhirnya anda memberikan segala kemewahan itu. Namun anda melewatkan masa-masa tumbuh kembang anak. Dan anda akan sangat merugi.

4. Ayah Pergi Gelap, Pulang Gelap Tanpa Meningalkan Kesan Bagi Anak yang Terlelap
Ciri ayah yang merugi selanjutnya adalah mereka yang pergi kerja pada pagi buta, kemudian pulang saat semua sudah terlelap, dan begitulah seterusnya. Meski satu rumah, anda jarang ketemu anak.

Profesionalitas tentu menjadi alasan utama karena ingin total di dunia kerja. Tujuannya, demi anak-anak. Kalaupun tidak urusan kerja, kebanyakan ayah juga memilih malam sebagai waktu berkumpul bersama dengan teman-temannya.

Namun tidak inginkah anda mendengar cerita siapa saja teman-teman anak anda disekolahnya? Bagaimana cara guru mereka mengajar, nilai yang mereka dapatkan dan lain sebagainya? Tidak kah anda ingin mendengar itu?

Beruntung jika sang ibu kuat dalam melakukan kontrol terhadap pergaulan anak di masa perkembangannya. Sehingga ayah tidak akan mendengar anak anda menggunakan narkoba dan sejenisnya. Namun jika ibu tidak sekuat itu, maka bersiaplah terhadap hal buruk yang mungkin akan menimpa buah hati kita.

Semuanya pasti tahu, jika dalam sehari ada 24 jam waktu. Tidakkah anda ingin memberikan dua jam saja untuk buah hati? Agar jiwanya tidak kosong, akan kasih sayang dan belaian  anda. Belaian ibu mungkin saja menentramkan, namun belaian anda akan sangat menguatkan.

5. Ayah yang di Kantor Sibuk Rapat, Pulang ke Rumah Muka Dilipat, Anak Menegur Malah di Damprat
Ciri ayah merugi selanjutnya adalah menjadi anak dan keluarganya sebagai pelampiasan atas kekesalan di luar sana. Jika istri bisa saja mengerti, tidak demikian dengan anak-anak. Hati mereka akan sangat terluka ketika anda membentaknya.

Dan itu anda lakukan karena masalah anda dengan orang lain yang mungkin saja tidak akan mempedulikan anda. Sedangkan, anak-anak kita akan ada sepanjang usia. Mereka mungkin saja bisa mudah untuk memaafkan, namun kerugian sedang ada dipihak anda. Karena lebih memilih orang lain menguasai diri anda, dan anak terluka karenanya.

Ayah, calon ayah, atau pria-pria diluar sana yang kelak akan jadi ayah ingatlah ini. Bahwa hidup tidak hanya di dunia, ada waktunya diri tertimbun tanah. Di tengah kesendirian itu, bukan lagi gadget yang menyelamatkan, atau teman kantor dan bos yang selama hidup itu anda perjuangkan.

Namun doa anak-anak kita lah yang akan menjadi penerang kubur yang gelap itu, doa tulus mereka lah yang melapangkan kubur yang sempit itu. Namun bagaimana bisa mereka melakukan itu jika selama hidupnya tidak anda ajarkan? Anda melewatkan mengajarkan mereka kebaikan hanya demi karir, teman-teman, dan kehidupan semua yang anda pikir membahagiakan. Padahal akhirat lah yang kekal.

Demikian artikel tentang Beginilah Ciri-Ciri Ayah yang Merugi ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Beginilah Ciri-Ciri Ayah yang Merugi ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Ketahuilah, Inilah Balasan Di Dunia Jika Kamu Taat Kepada Suami

Info informasi Ketahuilah, Inilah Balasan Di Dunia Jika Kamu Taat Kepada Suami atau artikel tentang Ketahuilah, Inilah Balasan Di Dunia Jika Kamu Taat Kepada Suami ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.

TEMPO INDONESIA - Subhanallah,berkat kesetiaan dan kepatuhannya pada suami, kematian Siti mengagumkan. Betapa tidak, istri salehah itu meninggal dunia dengan wajah yang bersih dan juga berseri - seri.

Beberapa tahun lalu, Siti, salah satu warga desa di Kecamatan Karangbinangun, Lamongan, Jawa Timur, hidup bahagia dengan suami dan anak - anaknya. Meski ia hidup dalam kesederhanaan dan keterbatasan ekonomi, dia tetap merawat anak - anaknya dengan penuh cinta dan kasih. Kebesaran cintanya tidak hanya ditunjukkan kepada anak - anak dan suaminya, namun pada saudara - saudaranya juga.

Di kampungnya, Siti memang dikenal sebagai perempuan yang baik hati dan pengasih. Dia selalu memberikan sesuatu yang dimilikinya jika dibutuhkan oleh orang lain. Namun sikap pengasih Siti berbanding terbalik dengan tabiat suaminya yang dikenal sebagai laki - laki pemarah dan egois di kampungnya.

Walaupun demikian, Siti tetap hormat dan patuh pada suaminya. Dia selalu menuruti apa kata suami dan selalu melakukan perintah suaminya, selama hal itu tidak melanggar aturan agama. Walaupun Siti sering mendapatkan kemarahan suaminya karena masakannya yang kurang enak, ataupun karena Siti telat menjawab panggilan suaminya.

Namun Siti tetap sabar dan tabah menghadapi suaminya tersebut. Hingga pada suatu ketika, suami Siti mengalami sakit - sakitan. Meski suaminya seperti itu, Siti tetap melayaninya dengan baik dan penuh kesabaran. Walaupun terkadang permintaan suaminya aneh - aneh, tapi Siti tetap melayaninya dengan baik.

"Kakek saya kalau sakit itu permintaannya aneh - aneh seperti minta dibelai - belai kepalanya hingga dia tidur, terkadang - kadang minta ditemani, dipijitin dan minta makanan yang aneh - aneh, tapi nenek saya (Siti) itu tetap sabar," Ucap Ani, salah satu cucu Siti.

Kesabaran dan kesetiaan Siti ternyata juga tak luput dari omelan suaminya karena suaminya tidak pernah mentolerir kesalahan sedikit pun kesalahan Siti. Pernah pada suatu ketika, suami Siti minta dipijat kakinya, namun Siti tertidur karena waktu itu tengah malam. Seketika itu pula Siti langsung dibentak oleh suaminya. Siti pun tak pernah membantah kata - kata suaminya, dia kembali memijat suaminya walaupun dalam keadaan terkantuk - kantuk.

Akhirnya suami Siti pun meninggal dunia. Sepeninggal suaminya, Siti pun tak pernah bercerita apa - apa tentang suaminya pada orang lain ketika suaminya masih hidup. Namun pada suatu ketika ia pernah menuturkan pada Ani, kalau ia berharap agar Ani tidak mendapatkan suami seperti itu, keras kepala dan semaunya sendiri.

"Ya, semoga kamu tidak mendapatkan suami seperti kakekmu karena dibutuhkan kesabaran yang kuat menghadapi suami seperti kakekmu itu," Ucap Ani mengenang nasihat neneknya.

SABAR KETIKA SAKIT
Sepeninggal suaminya, Siti hidup sendirian. Ia merawat cucu - cucunya dengan penuh kasih dan sayang. Hingga di hati cucu - cucunya, Siti sudah seperti ibunya sendiri. Kasih sayangnya yang besar tak mudah dilupakan oleh cucunya. Hingga pada suatu ketika, di usianya yang renta, Siti pun sudah mulai sakit - sakitan dan tubuhnya pun mulai lemah.

Walaupun demikian, Siti masih terus berusaha untuk beraktivitas untuk menyapu rumah, memasak dan lainnya. Hingga akhirnya dua hari sebelum meninggal dunia, kedua kaki Siti pun sudah tak bisa digerakkan. Sore hari sebelum ia meninggal, Siti terbaring lemah di tempat tidurnya sambil memanggil semua anak - anaknya.

Namun ketika anak - anaknya sudah ada di sampingnya, Siti hanya menatapnya satu demi satu tanpa mengucapkan kata apa - apa. Setelah itu Siti tertidur dan anak - anaknya pun pulang dan tertidur di rumah yang tak jauh dari rumah Siti. Hanya ada salah satu anaknya yang tidur di luar kamar Siti.

Sehabis shalat Isya, Siti mengemasi barang - barangnya dan memasukkannya ke dalam kardus mulai dari baju, sajadah, mukena hingga baju - bajunya yang kotor ia bungkus ke dalam kardus. Untuk melakukan itu, semua Siti pun rela berjalan 'ngesot' karena kedua kakinya sudah tidak bisa di gerakkan.

"Nenekku itu tidak mau merepotkan anak - anaknya. Selama ia masih bisa melakukannya sendiri, ia tak pernah meminta bantuan anak - anaknya. Padhaal anak - anaknya sudah sering bilang padanya agar memanggil anak - anaknya kalau butuh apa - apa," tutur Ani mengenang kembali masa hidup neneknya.

DIKENANG KEBAIKANNYA
Pukul 03.00 dini hari sebelum Siti meninggal dunia, ia meminta anaknya untuk ke kamar mandi untuk ambil wudhu. Kemudian dia terbaring kembali di tempat tidurnya. Sekitar pukul 05.00 seusai azan Subuh, ternyata Siti sudah ditemukan meninggal dunia.

"Inna lillahi wa inna ilaihi raajiuun," Ucap keluarga Siti kala itu.

Tak lama berita kematian Siti pun cepat menyebar. Tangis sedih keluarga yang menyayangi Siti pun tak bisa dibendung lagi. Namun ada yang membuat keluarganya takjub. Wajah Siti tampak bersih dan berseri - seri, sementara bibirnya tampak seperti sedang tersenyum.

"Wajah terakhir nenek saya ketika meninggal bersih dan berseri - seri. Sampai sekarang saya masih ingat senyuman di bibirnya," terang Ani.

Pada hari itu pula Siti pun langsung dikuburkan di area pemakaman terdekat dengan rumahnya.

"Saya hanya bisa mendoakan semoga amal ibadah nenek bisa diterima di sisi Allah," pungkasnya.
Rasulullah bersabda, "Bagi seorang mukmin laki - laki, sesudah takwa kepada Allah SWT, maka tidak ada sesuatu yang paling berguna bagi dirinya, selain istri yang salehah. Yaitu taat bila diperintah, melegakan bila dilihat, ridha bila diberi yang sedikit, dan menjaga kehormatan diri dan suaminya ketika suaminya pergi." (HR Ibnu Majah).
Nah, setelah mengetahui kebaikan ini tentu jangan biarkan kisah Siti yang taat kepada suaminya ini berlalu begitu saja, Mari sobat bantu share sebanyak - banyaknya postingan ini dan semoga bermanfaat :) Terima Kasih

Demikian artikel tentang Ketahuilah, Inilah Balasan Di Dunia Jika Kamu Taat Kepada Suami ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Ketahuilah, Inilah Balasan Di Dunia Jika Kamu Taat Kepada Suami ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Bolehkah Suami Melihat Aurat Istrinya?

Info informasi Bolehkah Suami Melihat Aurat Istrinya? atau artikel tentang Bolehkah Suami Melihat Aurat Istrinya? ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
Aurat (ilustrasi).

TEMPO INDONESIA - Islam menetapkan sejumlah etika dan norma dalam hubungan intim antara suami dan istri. Rangkaian batas tersebut selaras dengan nilai-nilai kesopanan, termasuk soal berbusana saat berhubungan intim. Seperti tertuang di hadis riwayat Ibnu Majah yang dinukilkan Imam as-Syaukani di Nail al-Auwthar.
Misalnya, Rasulullah SAW meminta agar menutupi badan. Ini hukumnya makruh. �Bila salah seorang di antara kalian hendak mendatangi istrinya, pakailah penutup dan janganlah kalian berdua telanjang seperti telanjangnya keledai.�

Tapi, kata Syekh Ahmad al-Hajji al-Kurdi, anggota Komite Fikih dan Fatwa Kuwait, belakangan topik tentang etika dan tata cara bersenggema kembali menyeruak. Ini tak terlepas dari era keterbukaan informasi. Persoalan ini pada hakikatnya merupakan tema yang diperdebatkan di kalangan salaf.
Masalah ini bermuara pada sejumlah soal, antara lain, bolehkah suami melihat aurat istrinya?
Mayoritas ulama berpendapat bahwa saling melihat aurat bagi kedua belah pasangan suami istri tersebut diperbolehkan. Pendapat ini mengutip uraian yang disampaikan oleh Qadhi Ibn al-Arabi yang bermazhab Maliki.

Pendapat ini merujuk pada sejumlah dalil, antara lain, surah al-Mu'minuun ayat 5 dan 6. �Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. Kecuali terhadap istri-istri mereka.� Ini diperkuat dengan riwayat Aisyah yang dinukilkan oleh Bukhari. Hadis itu mengisahkan, Aisyah berkisah bahwa dirinya pernah mandi bersama Rasulullah dengan satu bejana yang sama. 

Dalam Mawahib al-Jalil Syarh Mukhtashar Khalil, al-Hathab yang bermazhab Maliki mengemukakan, kalangan yang menganggap hukumnya makruh itu berdasarkan pada ilmu fikih. Jadi, tidak soal dan tidak makruh melihat aurat istri atau sebaliknya. Bahkan, Imam Malik menegaskan, saling melihat itu boleh dilakukan ketika bersenggama. �Hukumnya boleh,� kata Imam Malik.

Ibnu Abidin yang bermazhab Hanafi dalam kitab Rad al-Mukhtar berkisah, suatu saat Abu Hanifah pernah ditanya tentang seorang suami yang memegang bagian intim istrinya, begitu juga sebaliknya disertai dengan penglihatan. Abu Hanifah menjawab, aktivitas itu tak jadi masalah. Bahkan, salah satu riwayat ekstrem dari pencetus mazhab Hanafi ini menyatakan, keduanya bisa saling melakukan (maaf, oral seks). Ini ditegaskan pula oleh Imam al-Fanani dari mazhab Syafii. Imam al-Mardawi dari mazhab Hanbali memberikan catatan, boleh menyentuh bagian intim istri sebelum bersenggama, sedangkan sesudahnya lebih baik dihindari. Kelompok ini juga membantah sebuah hadis dari Ibnu Abbas dan Abu Hurairah bahwa barang siapa yang melihat kemaluan pasangannya akan menyebabkan kebutaan. Hadis ini, oleh Ibn al-Jauzi divonis palsu.    

Syekh Salman al-Audah menambahkan, atas dasar inilah para ulama memperbolehkan kedua pasangan melalukan fantasi saat bersenggama, tak terkecuali (maaf, oral seks). Salah satu di antara dalil yang dijadikan rujukan ialah surah al-Baqarah ayat 223. �Mereka istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki.� Selama dalam koridor yang pantas dan diperbolehkan. Misalnya, tidak melakukan senggama di dubur atau saat haid. 

Selain itu, Syekh Salman memberikan sejumlah nasihat, yakni hendaknya tetap menjaga etika dan norma. Apalagi, daerah sensitif itu rawan dengan najis. Melakukan fantasi seks seperti oral itu akan berdampak pada kesehatan jika dilakukan secara terus-menerus. Efek negatif perilaku seks tersebut seperti yang terkuak dalam ilmu kedokteran masa kini. Karenanya, ia menyarankan agar sebaiknya ditinggalkan saja. Sekalipun, tindakan tersebut tak dihukumi haram. Agar tetap terjaga keharmonisan antarkedua pasangan itu, ia menyarankan, hendaknya dikomunikasikan dengan baik bila muncul penolakan dari salah satu pasangan. Komunikasi yang baik itu termasuk bentuk dari membina pergaulan yang apik dalam hidup berumah tangga. �Dan, bergaullah dengan mereka secara patut.� (QS an-Nisaa' [4]: 19) 


Demikian artikel tentang Bolehkah Suami Melihat Aurat Istrinya? ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Bolehkah Suami Melihat Aurat Istrinya? ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Bagaimanakah Cara Membangun Keluarga Sakinah Menurut Islam?

Info informasi Bagaimanakah Cara Membangun Keluarga Sakinah Menurut Islam? atau artikel tentang Bagaimanakah Cara Membangun Keluarga Sakinah Menurut Islam? ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
hijapedia, hijab, jilbab

TEMPO INDONESIA - Memiliki keluarga yang sakinah atau harmonis merupakan dambaan setiap pasangan suami istri, akan tetapi untuk mewujudkannya bukanlah hal yang mudah. Di tengah arus kehidupan seperti sekarang ini, jangankan untuk membangun rumah tangga yang sakinah, untuk dapat mempertahankan keutuhan rumah tangga saja sudah merupakan sebuah prestasi. Sudah saatnya bagi kita semua untuk merenunginya, melakukan refleksi diri, apakah kita sudah berjalan pada koridor yang diinginkan oleh Allah dalam menjalakan kehidupan berumah tangga ataukah belum.

Agama Islam senantiasa mengajarkan kepada umatnya agar keluarga dijadikan sebagai institusi yang aman, nyaman, bahagia dan kukuh bagi setiap ahli keluarga. Al Quran dan Hadist merupakan landasan bagi terbentuknya sebuah keluarga yang sakinah termasuk dalam hal mengatasi setiap permasalahan yang timbul. Berdasarkan hadist nabi, ada 5 pilar utama untuk dapat mewujudkan sebuah keluarga yang sakinah, diantaranya adalah:
1. Memiliki kecenderungan terhadap agama
2. Saling menghormati dan menyayangi
3. Sederhana dalam berbelanja
4. Santun dalam bergaul
5. Selalu instropeksi diri
Lalu bagaimana cara atau tips membangun keluarga sakinah? Berikut diantaranya:
1. Memilih suami atau istri dengan kriteria yang tepat
Dalam memilih pasangan kriteria yang tepat sangatla penting, misalnya beragama Islam, shaleh atau shalehah, berasal dari keturunan baik-baik, berakhlak mulia dsb.
2. Memenuhi syarat utama dalam keluarga yaitu �mawaddah� (cinta yang membara dan menggebu) dan �rahmah� (Kasih sayang yang lembut, siap berkorban dan melindungi kepada yang dikasihi)
3. Saling mengerti atau memahami antara suami dan istri
Saling mengerti dan memahami serta menghindari aksi egoisme sangat penting dalam membina sebuah keluarga.
4. Saling menerima kelebihan serta kekurangan masing-masing
Anda tentu tahu bahwa tidak ada manusia yang sempurna, demikian pula dengan pasangan Anda. Ketika Anda dan pasangan telah berkomitmen untuk membangun hubungan maka Anda dan pasangan harus siap menerima kelebihan dan kekrangan masing-masing.
5. Saling menghargai satu sama lain, penghargaan terhadap pasangan adalah hal yang penting, karena setiap manusia itu pasti memiliki kelebihan.
6. Saling mempercayai antara suami dan istri, kepercayaan merupakan salah satu faktor yang memberikan ketenangan terhadap satu sama lain.
7. Mengerti dan dengan sukarela menjalankan kewajiban masing-masing.
8. Hubungan harus didasar perasaan saling membutuhkan. Tidak ada manusia yang bisa memenuhi kebutuhannya sendiri, karena Allah menciptakan manusia sebagai makhluk sosial.


Demikian artikel tentang Bagaimanakah Cara Membangun Keluarga Sakinah Menurut Islam? ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Bagaimanakah Cara Membangun Keluarga Sakinah Menurut Islam? ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Cerita Cinta Suami Istri yang Mengharukan

Info informasi Cerita Cinta Suami Istri yang Mengharukan atau artikel tentang Cerita Cinta Suami Istri yang Mengharukan ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
istri-solehah
TEMPO INDONESIA - Pada hari pernikahanku, aku menggendong istriku. Mobil pengantin berhenti di depan apartment kami. Teman-teman memaksaku menggendong istriku keluar dari mobil. Lalu aku menggendongnya ke rumah kami. Dia tersipu malu-malu. Saat itu, aku adalah seorang pengantin pria yang kuat dan bahagia.
Ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu.

Hari-hari berikutnya berjalan biasa. Kami memiliki seorang anak, aku bekerja sebagai pengusaha dan berusaha menghasilkan uang lebih. Ketika aset-aset perusahaan meningkat, kasih sayang diantara aku dan istriku seperti mulai menurun.
Istriku seorang pegawai pemerintah. Setiap pagi kami pergi bersama dan pulang hampir di waktu yang bersamaan. Anak kami bersekolah di sekolah asrama. Kehidupan pernikahan kami terlihat sangat bahagia, namun kehidupan yang tenang sepertinya lebih mudah terpengaruh oleh perubahan-perubahan yang tak terduga.
Lalu Jane datang ke dalam kehidupanku.
Hari itu hari yang cerah. Aku berdiri di balkon yang luas. Jane memelukku dari belakang. Sekali lagi hatiku seperti terbenam di dalam cintanya. Apartment ini aku belikan untuknya. Lalu Jane berkata, �Kau adalah laki-laki yang pandai memikat wanita.� Kata-katanya tiba-tiba mengingatkan ku pada istriku. Ketika kami baru menikah, istriku berkata �Laki-laki sepertimu, ketika sukses nanti, akan memikat banyak wanita.� Memikirkan hal ini, aku menjadi ragu-ragu. Aku tahu, aku telah mengkhianati istriku.
Aku menyampingkan tangan Jane dan berkata, �Kamu perlu memilih beberapa furnitur, ok? Ada yang perlu aku lakukan di perusahaan.� Dia terlihat tidak senang, karena aku telah berjanji akan menemaninya melihat-lihat furnitur. Sesaat, pikiran untuk bercerai menjadi semakin jelas walaupun sebelumnya tampak mustahil. Bagaimanapun juga, akan sulit untuk mengatakannya pada istriku. Tidak peduli selembut apapun aku mengatakannya, dia akan sangat terluka. Sejujurnya, dia adalah seorang istri yang baik. Setiap malam, dia selalu sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk di depan televisi. Makan malam akan segera tersedia. Kemudian kami menonton TV bersama. Hal ini sebelumnya merupakan hiburan bagiku.
Suatu hari aku bertanya pada istriku dengan bercanda, �Kalau misalnya kita bercerai, apa yang akan kamu lakukan?� Dia menatapku beberapa saat tanpa berkata apapun. Kelihatannya dia seorang yang percaya bahwa perceraian tidak akan datang padanya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksinya ketika nanti dia tahu bahwa aku serius tentang ini.
Ketika istriku datang ke kantorku, Jane langsung pegi keluar. Hampir semua pegawai melihat istriku dengan pandangan simpatik dan mencoba menyembunyikan apa yang sedang terjadi ketika berbicara dengannya. Istriku seperti mendapat sedikit petunjuk. Dia tersenyum dengan lembut kepada bawahan-bawahanku. Tapi aku melihat ada perasaan luka di matanya.
Sekali lagi, Jane berkata padaku, �Sayang, ceraikan dia, ok? Lalu kita akan hidup bersama.� Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak bisa ragu-ragu lagi.
Ketika aku pulang malam itu, istriku sedang menyiapkan makan malam. Aku menggemgam tangannya dan berkata, �Ada yang ingin aku bicarakan.� Dia kemudian duduk dan makan dalam diam. Lagi, aku melihat perasaan luka dari matanya.
Tiba-tiba aku tidak bisa membuka mulutku. Tapi aku harus tetap mengatakan ini pada istriku. Aku ingin bercerai. Aku memulai pembicaraan dengan tenang.
Dia seperti tidak terganggu dengan kata-kataku, sebaliknya malah bertanya dengan lembut, �Kenapa?�
Aku menghindari pertanyaannya. Hal ini membuatnya marah. Dia melempar sumpit dan berteriak padaku, �Kamu bukan seorang pria!� Malam itu, kami tidak saling bicara. Dia menangis. Aku tahu, dia ingin mencari tahu apa yang sedang terjadi di dalam pernikahan kami. Tapi aku sulit memberikannya jawaban yang memuaskan, bahwa hatiku telah memilih Jane. Aku tidak mencintainya lagi. Aku hanya mengasihaninya!
Dengan perasaan bersalah, aku membuat perjanjian perceraian yang menyatakan bahwa istriku bisa memiliki rumah kami, mobil kami dan 30% aset perusahaanku.
Dia melirik surat itu dan kemudian merobek-robeknya. Wanita yang telah menghabiskan 10 tahun hidupnya denganku telah menjadi seorang yang asing bagiku. Aku menyesal karena telah menyia-nyiakan waktu, daya dan tenaganya tapi aku tidak bisa menarik kembali apa yang telah aku katakan karena aku sangat mencintai Jane. Akhirnya istriku menangis dengan keras di depanku, yang telah aku perkirakan sebelumnya. Bagiku, tangisannya adalah semacam pelepasan. Pikiran tentang perceraian yang telah memenuhi diriku selama beberapa minggu belakangan, sekarang menjadi tampak tegas dan jelas.
Hari berikutnya, aku pulang terlambat dan melihat istriku menulis sesuatu di meja makan. Aku tidak makan malam, tapi langsung tidur dan tertidur dengan cepat karena telah seharian bersama Jane.
Ketika aku terbangun, istriku masih disana, menulis. Aku tidak mempedulikannya dan langsung kembali tidur.
Paginya, dia menyerahkan syarat perceraiannya: Dia tidak menginginkan apapun dariku, hanya menginginkan perhatian selama sebulan sebelum perceraian. Dia meminta dalam 1 bulan itu kami berdua harus berusaha hidup sebiasa mungkin. Alasannya sederhana : Anak kami sedang menghadapi ujian dalam sebulan itu, dan dia tidak mau mengacaukan anak kami dengan perceraian kami.
Aku setuju saja dengan permintaannya. Namun dia meminta satu lagi, dia memintaku untuk meingat bagaimana menggendongnya ketika aku membawanya ke kamar pengantin, di hari pernikahan kami.
Dia memintanya selama 1 bulan setiap hari, aku menggendongnya keluar dari kamar kami, ke pintu depan setiap pagi. Aku pikir dia gila. Aku menerima permintaannya yang aneh karena hanya ingin membuat hari-hari terakhir kebersamaan kami lebih mudah diterima olehnya.
Aku memberi tahu Jane tentang syarat perceraian dari istriku. Dia tertawa keras dan berpikir bahwa hal itu berlebihan. �Trik apapun yang dia gunakan, dia harus tetap menghadapi perceraian!�, kata Jane, dengan nada menghina.
Istriku dan aku sudah lama tidak melakukan kontak fisik sejak keinginan untuk bercerai mulai terpikirkan olehku. Jadi, ketika aku menggendongnya di hari pertama, kami berdua tampak canggung. Anak kami tepuk tangan di belakang kami. Katanya, �Papa menggendong mama!� Kata-katanya membuat ku merasa terluka. Dari kamar ke ruang tamu, lalu ke pintu depan, aku berjalan sejauh 10 meter, dengan dirinya dipelukanku. Dia menutup mata dan berbisik padaku, �Jangan bilang anak kita mengenai perceraian ini.� Aku mengangguk, merasa sedih. Aku menurunkannya di depan pintu. Dia pergi untuk menunggu bus untuk bekerja. Aku sendiri naik mobil ke kantor.
Hari kedua, kami berdua lebih mudah bertindak. Dia bersandar di dadaku. Aku bisa mencium wangi dari pakaiannya. Aku tersadar, sudah lama aku tidak sungguh-sungguh memperhatikan wanita ini. Aku sadar dia sudah tidak muda lagi, ada garis halus di wajahnya, rambutnya memutih. Pernikahan kami telah membuatnya susah. Sesaat aku terheran, apa yang telah aku lakukan padanya.
Hari keempat, ketika aku menggendongnya, aku merasa rasa kedekatan seperti kembali lagi. Wanita ini adalah seorang yang telah memberikan 10 tahun kehidupannya padaku.
Hari kelima dan keenam, aku sadar rasa kedekatan kami semakin bertumbuh. Aku tidak mengatakan ini pada Jane. Seiring berjalannya waktu semakin mudah menggendongnya. Mungkin karena aku rajin berolahraga membuatku semakin kuat.
Satu pagi, istriku sedang memilih pakaian yang dia ingin kenakan. Dia mencoba beberpa pakaian tapi tidak menemukan yang pas. Kemudian dia menghela nafas, �Pakaianku semua jadi besar.� Tiba-tiba aku tersadar bahwa dia telah menjadi sangat kurus. Ini lah alasan aku bisa menggendongnya dengan mudah.
Tiba-tiba aku terpukul. Dia telah memendam rasa sakit dan kepahitan yang luar biasa di hatinya. Tanpa sadar aku menyentuh kepalanya.
Anak kami datang saat itu dan berkata, �Pa, sudah waktunya menggendong mama keluar.� Bagi anak kami, melihat ayahnya menggendong ibunya keluar telah menjadi arti penting dalam hidupnya. Istriku melambai pada anakku untuk mendekat dan memeluknya erat. Aku mengalihkan wajahku karena takut aku akan berubah pikiran pada saat terakhir. Kemudian aku menggendong istriku, jalan dari kamar, ke ruang tamu, ke pintu depan. Tangannya melingkar di leherku dengan lembut. Aku menggendongnya dengan erat, seperti ketika hari pernikahan kami.
Tapi berat badannya yang ringan membuatku sedih. Pada hari terakhir, ketika aku menggendongnya, sulit sekali bagiku untuk bergerak. Anak kami telah pergi ke sekolah. Aku menggendongnya dengan erat dan berkata, �Aku tidak memperhatikan kalau selama ini kita kurang kedekatan.�
Aku pergi ke kantor, keluar cepat dari mobil tanpa mengunci pintunya. Aku takut, penundaan apapun akan mengubah pikiranku. Aku jalan keatas, Jane membuka pintu dan aku berkata padanya, �Maaf, Jane, aku tidak mau perceraian.�
Dia menatapku, dengan heran menyentuh keningku. �Kamu demam?�, tanyanya. Aku menyingkirkan tangannya dari kepalaku. �Maaf, Jane, aku bilang, aku tidak akan bercerai.� Kehidupan pernikahanku selama ini membosankan mungkin karena aku dan istriku tidak menilai segala detail kehidupan kami, bukan karena kami tidak saling mencintai. Sekarang aku sadar, sejak aku menggendongnya ke rumahku di hari pernikahan kami, aku harus terus menggendongnya sampai maut memisahkan kami.
Jane seperti tiba-tiba tersadar. Dia menamparku keras kemudian membanting pintu dan lari sambil menangis. Aku turun dan pergi keluar.
Di toko bunga, ketika aku berkendara pulang, aku memesan satu buket bunga untuk istriku. Penjual menanyakan padaku apa yang ingin aku tulis di kartunya. Aku tersenyum dan menulis, aku akan menggendongmu setiap pagi sampai maut memisahkan kita.
Sore itu, aku sampai rumah, dengan bunga di tanganku, senyum di wajahku, aku berlari ke kamar atas, hanya untuk menemukan istriku terbaring di tempat tidur � meninggal. Istriku telah melawan kanker selama berbulan-bulan dan aku terlalu sibuk dengan Jane sampai tidak memperhatikannya. Dia tahu dia akan segera meninggal, dan dia ingin menyelamatku dari reaksi negatif apapun dari anak kami, seandainya kami jadi bercerai. � Setidaknya, di mata anak kami � aku adalah suami yang penyayang.
Hal-hal kecil di dalam kehidupanmu adalah yang paling penting dalam suatu hubungan. Bukan rumah besar, mobil, properti atau uang di bank. Semua ini menunjang kebahagian tapi tidak bisa memberikan kebahagian itu sendiri. Jadi, carilah waktu untuk menjadi teman bagi pasanganmu, dan lakukan hal-hal yang kecil bersama-sama untuk membangun kedekatan itu. Miliki pernikahan yang sungguh-sungguh dan bahagia.
Kalau kamu tidak share ini, tidak akan terjadi apa-apa padamu. Kalau share, mungkin kamu menyelamatkan satu pernikahan. Banyaknya kegagalan dalam kehidupan karena orang tidak sadar betapa dekat mereka dengan kesuksesan ketika mereka telah menyerah.


Demikian artikel tentang Cerita Cinta Suami Istri yang Mengharukan ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Cerita Cinta Suami Istri yang Mengharukan ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Perilaku-perilaku Durhaka Suami Terhadap Istri Yang Dibenci Allah

Info informasi Perilaku-perilaku Durhaka Suami Terhadap Istri Yang Dibenci Allah atau artikel tentang Perilaku-perilaku Durhaka Suami Terhadap Istri Yang Dibenci Allah ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
kdrt
TEMPO INDONESIA - Tanpa kita sadari dalam kehidupan keluarga tidak jarang para suami melakukan tindakan yang menyimpang dari ketentuan Allah SWT dan telah melanggar hak-hak isterinya. Oleh karena itu perlu sekali para suami mengetahui perbuatan-perbuatan yang oleh islam dikategorikan sebagai tindakan durhaka terhadap istri adapun beberapa perilaku yang sering suami lakukan adalah sebagai berikut  :
1. Menjadikan Istri Sebagai Pemimpin Rumah Tangga
Dari Abu Bakrah,ia berkata:�Rasulullah saw.bersabda: �tidak akan beruntung suatu kaum yang dipimpin oleh seorang wanita.� �(HR.Ahmad n0.19612 CD,Bukhari,Tirmidzi,dan Nasa�i)
Rasul menyampaikan bahwa suatu kaum (termasuk didalamnya suami)tidak akan pernah memperoleh kejayaan atau keberuntungan bila menjadikan seorang wanita (termasuk istri)menjadi seorang pemimpin. bentuk ketidak beruntungan ini adalah hilangnya wibawa suami sehingga memberi peluang untuk istri berlaku sesukanya dalam mengatur rumah tangga tanpa memperdulikan pendapat suami(istilah kerennya IPSTI=ikatan Para Suami Takut Istri). menyuruh istri mencari nafkah dan mengatur urusan rumah tangga termasuk menjadikan istri sebagai pemimpin.suami yang berbuat demikian berarti melaknggar ketentuan yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya.beberapa faktor pentebab kedurhakaan ini:
  • suami seorang pemalas yang enggan memikul tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga.
  • suami telah uzdur sehingga tidak bisa menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai pemimpin rumah tangga
  • suami terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan hobinya sehingga tidak bisa mengurus kepentingan keluarga selain hanya membaeri uang belanja. tanggung jawab suami tidak hanya member nafkah, tapi juga harus membimbing isri dan anak anak dalam pembinaan akhlaq,aqidah,dan pergaulan sehari hari.
mengingat besarnya tanggung jawab dan akibat yang ditimbulkan akibat kedurhakaan ini,suami wajib menghindari perbuatan tersebut.dan segera meminta maaf terhadap Istri dan bertaobat kepada Allah SWT.
2. Menelantarkan Belanja Istri
Dari �Abdullah bin �Amr,ia berkata:�Rasululluah bersabda:�seseorang cukup dipandang berdosa bila ia menelantarkan belanja orang yang menjadi tanggung jawabnya.��(HR.Abu Dawud no.1442 CD,Muslim,Ahmad,dan Thabarani)
hadist tersebut menerangkan bahawa suami yang menelantarkan belanja istri dan anaknya berarti telah melakukan dosa.seorang majikan yang menelanrtarkan gaji karyawannya sehingga merekan tidak bisa memenuhi kebutuhannya juga dikatakan dosa.Begitu juga seorang pemimpin yang menelantarkan kebutuhan rakyatnya,maka ia berdosa.Sudah menjadi ketetapan jika suami harus memberikan belanja kepada istri missal untuk makan minum,pakaian,dll sesuai dengan tingkat kemampuannya.bila tidak maka suami telah durhaka terhadap istrinya.
Dari�Asyah ra,bahwa Hindun binti Utbah pernah berkata:�Wahai Rasulullah,sesungguhnya Abu Sufyan adalah orang yang kikir dan tidak mau memberikan kepadaku belanja yang cukup untuk aku dan anakku,sehingga terpaksa aku mengambil dari hartanya tanpa sepengetahuannya.�beliau besabda:�Ambillah sekadar cukup untuk dirimu dan anakmu dengan wajar.� (HR.Bukhari no.4945 CD,Muslim,Nasa�i,Abu dawud,Ibnu Majah,Ahmad,dan Darimi)
Hadist ini menerangkan bahwa istri yang diberi nafkah tidak sesuai dengan kebutuhannya padahal mempunyai harta yang cukup maka diperbolehkan mengambil sendiri harta itu tanpa sepengetahuan suaminya sekadar untuk memenuhi kebutuhannya dan anaknya secara wajar. Suami yang melakukan kedurhakaan ini mungkin disebabkan oleh :
  • Suami kesal terhadap sikap boros istrinya,menurutnya istri tidak dapat mengatur keuangan dengan baik sehingga suami melakukan tindakan seperti itu. Tindakan tersebut tidak benar,jka suami melihat istrinya boros,tindakan pengajarannya tidak dengan mengabaikan belanja istri tapi dengan cara lain yang sekiranya tanpa mengabaikan tanggung jawab suami terhadap istri
  • Suami punya selingkuhan,sehingga lupa akan istrinya dan keluarganya
  • Suami lebih mementingkan kegemarannya sendiri(egois)
  • Istri punya penghasilan sendiri jadi suami beranggapan tidak perlu lagi memberi uang belanja sendiri
  • Suami lebih mementingkan saudaranya. Hal ini sungguh kesalahan yang besar karena orang yang wajib ditanggungnya adalah orang tuanya, istri dan anaknya, bukan saudaranya.
Suami hendaknya menyadari bahwa selama ia menelantarkan belanja istri,selama itulah ia berdosa kepada istrinya. Oleh karena itu ia wajib meminta maaf kepada istrinya dan selanjutnya bertaubet kepada Allah. Ia wajib menyadari bahwa tidak membelanjai istri termsuk mendurhakai Allah SWT. Dosanya tidak hanya kepada istri tapi juga terhadap Allah SWT.
3. Tidak Memberi Tempat Tinggal Yang Aman
�Tempatkanlah mereka(para istri)di tempat kalian bertempat tinggal menurut kemampuan kalian dan janganlah menyusahkan mereka untuk menyempitkan(hati) mereka. Jika mereka(istri yang di thalaq) itu sedang hamil,berikanlah kepada mereka nafkahnya sampai mereka melahirkan�� (QS.Ath-Thalaaq(65):6)
Allah menjelaskan untuk para suami yang menceraikan istrinya diwajibkan untuk tetap memberikan tempat tinggal untuknya selama masa iddah dan tidak boleh mengurangi belanja istrinya atau mengusirnya dari rumah karena ingin menyusahkan hatinya atau memaksanya mengembalikan harta yang pernah diberikan kepadanya atau tujuan lain. Jika mantan istrinya yang masih dalam masa iddah saja harus mendapatkan hak nafkan dan tempat tinggal yang baik,maka lebih utama dan lebih wajib lagi bagi istri sahnya untuk mendapatkan perlakuan yang lebih baik dari pada itu.
4. Tidak Melunasi Mahar
Dari Maimun Al-Kurady,dari bapaknya,ia berkata:�saya mendengar nabi saw.(bersabda):�siapa saja laki laki yang menikahi seorang perempuan dengan mahar sedikit atau banyak,tetapi dalam hatinya bermaksud tidak akan menunaikan apa yang menjadi hak perempuan itu,berarti ia telah mengacuhkannya. Bila ia mati sebelum menunaikan hak perempuan itu,kelakpada hari kiamat ia akan bertemu dengan Allah sebagai orang yang fasiq��� (HR.Thabarani,Al-Mu;jamul,Ausath II/237/1851 CD)
Menurut Hadist ini seorang suami yang telah menetapkan mahar untuk istrinya,tetapi kemudian tidak membayarkan mahar yang dijanjikan kepada istrinya,berarti menipu atau mengicuh istrinya. Jika ia tidak memiliki mahar maka ia boleh mengutang kepada istrinya. Dalam QS.Al-Baqarah(2):237 menerangkan bahwa �jika kalian menceraikan istri istri kalian sebelum kalian bercampur dengan mereka,padahal kalian sudah menentukan maharnya,bayarlah separuh dari mahar yang telah kalian tentukan itu,kecuali jika istri istri kalian itu telah memaafkan atau dimaafkan oleh orang yang memegang ikatan nikah. Pemberian maaf kalian itu adalah lebih dekat kepada taqwa. Janganlah kalian melupakan kebaikan antara sesama kalian.sesungguhnya Allah maha melihat apa yang kalian kerjakan.�.
Suami yang berutang mahar kepada istrinya dengan niat tidak akan melunasinya harus mempertanggung jawabkannya di akhirat kelak. Suami yang tidak melunasi maharnya mungkin sekali disebabkan oleh faktor faktor :
  • Suami beranggapan bahwa mahar sudah tidak perlu lagi ia berikan karena sekarang sudah menjadi satu keluarga,menurutnya tidak ada perhitungan hutang piutang bagi orang yang sudah terikat dalam hubungan suami istri.
  • Istri tidak pernah menagih sehingga suami beranggapan istri tidak lagi memerlukannya
Apapun alasan yang menjadikan dasar untuk suami melakukan kedurhakaan ini tetap tidak dibenarkan. Karena segala macam utang wajib dilunasi baik oleh suami maupun istri dan untuk melunasinya tidak perlu menunggu ditagih.
5. Menarik Mahar Tanpa Keridhaan Istri
(20)�jika kalian (para suami) ingin mengganti istri dengan istri yang lain,sedang kalian telah memberikan kepada salah seorang diantara mereka itu mahar yang banyak,janganlah kalian mengambilnya kembali sedikitpun. Apakah kalian kalian akan mengambilnya kembali dengan cara cara yang licik dan dosa yang nyata?(21)Bagaimana kalian akan mengambilnya kembali,sedangkan kalian satu dengan lainnya sudah saling bercampur (sebagai suami istri) dan mereka ( istri istri kalian) telah membuat perjanjian yang kokoh dngan kalian,�(QS.An-Nisaa�(4):20-21)
Ayat tersebut dengan teas mencela suami yang memnta atau menarik kembali mahar yang telah diberikan kepada istrinya,baik sebagian maupun seluruhnya. Tujuan islam menetapkan mahar dalam perkawinan adalah untuk menghormati kedudukan istri yang pada jaman sebelum islam tidak mendapatkan hak untuk memiliki dan menguasai harta kekayaan apapun,baik dari orang tuanya maupun suaminya. Disamping itu mahar merupakan lambing kekuasaan perempuan yang diberikan oleh islam untuk menentukan pilihan atas laki laki yang akan mempersuntingnya.faktor yang menyebabkan suami melakukan tindakan ini mungkin disebabkan oleh :
  • Suami kesal atas perlakuan dan pelayanan istrinya yang dianggapnya tidak sesuai dengan harapanya.cara ini jelas salah karena suami hendaknya menasehati dengan cara cara yang sudah ditetapkan dalam syari�at islam
  • Suami hendak mendapatkan modal kerja.jika ini terjadi suami hendaknya meminta ijin kepada istrinya dan jika istri menolak maka tidak boleh mengambilnya secara paksa
  • Suami ingin menikah lagi.tindakan ini jug tidak benar karena suamin harus mengetahui bahwa istri juga punya hak untuk tidak dimadu
Suami yang terlanjur menarik maharnya hendaknya segera meminta maaf kepada istriya dan memohon ampun kepada Allah SWT.
6. Melanggar Persyaratan Istri
�hai orang orang yang beriman,penuhilah janji janji kalian..�(QS.Al-Maaidah(5):1)
�Dari Uqbah bin �Amir ra,ia berkata:�Rasulullah saw bersabda:�Syarat yang palling berhak untuk kalian penuhi ialah syarat yang menjadikan kalian halal berwenggama dengan istri kalian.��(HR.Bukhari no 2520 CD,Muslim,Tirmidzi,Abu Dawud,Ibnu Majah,Ahmad dan Darimi)
Allah memerintahkan orang orang yang beriman untuk memenuhi janji yang dibuatnya dengan orang orang yang terlibat dengan perjanjian. Dalam Hadist tersebut Rasulullah saw menerangkan suami istri harus memenuhi perjanjian yang telah dibuatnya,bahkan perjanjian seperti itu paling patut dipenuhi dengan  sebaik baiknya. Islam membenarkan pemberian syarat yang diajukan oleh pihak istri maupun keluarga istriselama tidak bertentangan dengan syariat islam kepada calon suami.
7. Mengabaikan Kebutuhan Seksual Istri
Dari anas ra,Nabi saw bersabda:�jika seseorang diantara kalian bersenggama dengan istrinya,hendaklah ia melakukannya dengan penuh kesungguhan. Selanjutnya, bila ia telah menyelesaikan kebutuhannya (mendapat kepuasan) sebelum istrinya mendapatkan kepuasan, janganlah ia buru buru (mencabut penisnya) sampai istrinya menemukan kepuasan.�(HR.�Abdur Razzaq dan Abu Ya�la, Jami� Kabir II/19/1233)
Rasullullah saw bersabda:�janganlah sekali kali seseorang diantara kalian menyenggamai istrinya seperti seekor hewanbersenggama,tetapi hendaklah ada pendahuluan diantara keduanya.�ada yang bertanya�apakah pendahuluan itu?�beliau bersabda :�ciuman dan ucapan (romantis).� (HR Abu Syaikh)
Memenuhi kebutuhan seksual istri yaitu mengusahakan agar istri mendapatkan kepuasan sebagaimana yang suami dapatkan. Bagaimanapun caranya (minum jamu kek, olah raga kek,minum obat kuat kek atow ke make rot ) pokoknya suami harus berusaha  dan memperhatikan kebutuhan seksual istri dan tidak boleh mengabaikannya karena berarti melanggar perintah agama.
8. Menyenggamai Istri Saat Haidh
�mereka bertanya kepadamu tentang haidh, katakanlah:� haidh itu adalah suatu kotoran.� Oleh karena itu,hendaklah kalian menjauhkan dirindari wanita pada waktu haidh dan janganlah kalian mendekati mereka sebelum mereka bersuci. Apabila mereka telah suci,campurilah mereka ditempat yang diperintahkan Allah kepada kalian. Sesungguhnya Allah menyukai orang orang yang bertaubat dan menyukai orang orang yang menyucikan diri.� (QS Al-Baqarah(2):222)
Wanita yang sedang haidh berada dalam keadaan sakit.maksudnya ialah mengalami keadaan yang membuat kesehatannya terganggu karena keluarnya darah kotor dari dalam rahimnya.. menyenggamai istri saat haidh adalah suatu perbuatan yang dilarang karena sama halnya dengan menyakitinya dan merupakan suatu tindakan yang mengganggu keselamatannya. Di sebut darah kotor karena didalamnya terkandung bibit penyakit yang jika dipaksa melakukan hubungan sekseual bakteri baketri tersebut tidak hanya menjangkiti milik istri tapi juga milik laki laki juga ikut terserang. Lagi pula apa nggak ngerasa jijik apa?selain itu wanita yang dalam keadaan nifas uga dilarang utnuk disetubuhikaren menurut ahli bagian dalam dari alat vitalnya terluka jadi tidak memungkinkan untuk diajak bersetubuh. Dalam kehidupan berumah tangga bukan tidak mungkin suami melakukan tindakan ini. Hal ini mungkin dilakukan dikarenakan :
  • Suami tidak bisa menahan diri (hypersex) untuk tidak bercampur dengan istrinya
  • Suami ingin melakukan keluarga berencana.melakukan KB boleh tapi tidak dengan cara ini.
Sungguh berdosa bagi suami yang melakukan perbuatan keji yang menyakiti dirinya dan istrinya.
9. Menyenggamai Istri lewat Duburnya
Dari Ibnu Abbas, ia berkata:��Umar (Ibnu Khaththa) datang kepada Rosulullah saw.,ia bertanya:�Ya Rosullullah, saya telah binasa.� Beliau bertanya:�apa yang menyebabkan kamu binasa?� Ia menjawab:�semalam saya telah membalik posisi istriku.�akan tetapi beliau tidak menjawab sedikitpun,lalu turun kepada Rosulullah saw ayat.�istri kalian adalah lading bagi kalian,maka datangilah lading kalian dimana dan kapan saja kalian kehendaki.�(selanjutnya Beliau bersabda:�Datangilah dari depan atau belakang,tetapi jauhilah dubur dan ketika haidh.��( HR Tarmidzi no.2906)
Perbuatan menyenggamai istri pada duburnya merupakan tindakan yang membinasakan pribadi muslim,srtiap suami muslim wajib menjauhinya,karena hal ini merupakan tindakan yang dimurkai oleh Allah dan merupakan kedurhakaan terhadap istri.
10. Menyebarkan Rahasia Hubungan Dengan Istri
Hubungan suami istri haruslah dilakukan ditempat yang tidak terlihat orang lain,bahkan suaranya pun tak boleh terdengar orang lain. Suami istri wajib menjaga kehormatan masing masing apalagi dihadapan orang lain. Suai yang menyebarkan rahasia diri dan istrinya ketika bersenggama berarti telah melakukan perbuatan durhaka terhadap istri.
11. Menuduh Istri Berzina
(6) �dan orang orang yang menuduh istri mereka berzina,padahal mereka tidak mempunyai saksi saksi selain diri mereka sendiri,maka kesaksian satu orang dari meeka adalah bersumpah empat kalli dengan nama Allah bahwa sesungguhnya dia adalah termasuk orang orang yang benar(dalam tuduhannya) (7) dan kelima kalinya(ia mengucapkan) bahwa laknat Allah akan menimpa dirinyajika ternyata ia tergolong orang orang yang berdusta.� (QS.An-Nuur (24):6-7)
Ayat tersebut memberi ketentuan untuk melindungi istri dari tuduhan suami. Karena tuduhan itu dapat merusak kehormatan dan harga diri istri. Oleh karena itu,perlu dilakukan pengaturan ketat agar suami tidak sembarangan menuduh istrinya berzina tanpa bukti yang dipertanggung jawabkan menurut syari;at Islam.
12. Memeras Istri
� �dan janganlah kalian menerukan ikatan pernikahan dengan mereka(istri-istri) guna menyusahkan mereka. Barang siapa berbuat demikian, maka sungguh dia telah menganiaya dirinya sendiri�� (QS.Al-Baqarah(2):231)
Motif yang menyebabkan suami tega melakukan perbuatan tercela ini mungkin adalah sebagai berikut :
  • Suami bermaksud mendapatkan harta istri melalui permintaan cerai istri,karena dalam islam jika istri minta cerai suami berhak mengambil kembali maharnya atau minta tebusan istri
  • Suami ingin menikah lagi, jadi membuat tipu daya agar istri tidak tahan lalu minta cerai
  • Suami ingin hidup enak tanpa bekerja keras.
13. Merusak Martabat Istri
Dari mu�awiyah Al-Qusrayiri,ia berkata:�saya pernah datang kepada Rosulullah saw.� Ia berkata lagi:�saya lalu bertanya:�Ya Rosulullah,apa saja yang engkau perintahkan(untuk kami perbuat)terhadap istri-istri kami?�Beliau bersabda:��janganlah kalian memukul dan janganlah kalian menjelek-jelekan mereka.��(HR Abu Dawud no 1832)
Nabi saw melarang para suami menjelek jelekan atau merendahkan martabat istri. Suami dilarang menggunakan kata yang bernada merendahkandan menghina martabat istri baik di hadapannya maupun dihadapan orang lain. Walaupun istri berasal dari kdeluarga yang lebih rendah status ekonominya dibanding dirinya.
Adapun tindakan tindakan tercela suami terhadap istri yang lainnya yang tidak sempat dante jabarkan diblog ini karena memang waktunya tidak cukup jika semua dijabarkan satu persatu. Adalah sebagai berikut :
14. Memukul (Tanpa Peringatan Terlebih Dahulu)
15. Menyenangkan Hati Istri Dengan Melanggar Agama
16. Mengajak Istri Berbuat Dosa
17. Memadu Istri Dengan Saudari Atau Bibinya
18. Berat Sebelah Dalam Menggilir Istri
19. Menceraikan Istri Solehah
20. Mengusir Istri Dari rumah
Demikianlah beberapa perbuatan tercela yang dibenci Oleh Allah SWT dan merupakan kedurhakaan terhadap istri yang jika para suami langgar maka rahmat dan nikmat Allah tidak akan mereka rasakan.
Semoga Bermanfaat.


Demikian artikel tentang Perilaku-perilaku Durhaka Suami Terhadap Istri Yang Dibenci Allah ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Perilaku-perilaku Durhaka Suami Terhadap Istri Yang Dibenci Allah ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

10 Perilaku Istri Durhaka Kepada Suami

Info informasi 10 Perilaku Istri Durhaka Kepada Suami atau artikel tentang 10 Perilaku Istri Durhaka Kepada Suami ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
wanita_penghuni_neraka
TEMPO INDONESIA - Di bawah ini adalah 10 perilaku yang harus dihindari oleh para istri, agar tidak menjadi golongan istri durhaka kepada suami, diantaranya adalah:
1. Menuntut keluarga yang ideal dan sempurna
Sebelum menikah, seorang wanita membayangkan pernikahan yang begitu indah, kehidupan yang sangat romantis sebagaimana ia baca dalam novel maupun ia saksikan dalam sinetron-sinetron.
Ia memiliki gambaran yang sangat ideal dari sebuah pernikahan. Kelelahan yang sangat, cape, masalah keuangan, dan segudang problematika di dalam sebuah keluarga luput dari gambaran nya.
Ia hanya membayangkan yang indah-indah dan enak-enak dalam sebuah perkawinan.
Akhirnya, ketika ia harus menghadapi semua itu, ia tidak siap. Ia kurang bisa menerima keadaan, hal ini terjadi berlarut-larut, ia selalu saja menuntut suaminya agar keluarga yang mereka bina sesuai dengan gambaran ideal yang senantiasa ia impikan sejak muda.
Seorang wanita yang hendak menikah, alangkah baiknya jika ia melihat lembaga perkawinan dengan pemahaman yang utuh, tidak sepotong-potong, romantika keluarga beserta problematika yang ada di dalamnya.
2. Nusyus (tidak taat kepada suami)
Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh dan tidak taat kepada suami. Wanita yang melakukan nusyus adalah wanita yang melawan suami, melanggar perintahnya, tidak taat kepadanya, dan tidak ridha pada kedudukan yang Allah Subhanahu wa Ta�ala telah tetapkan untuknya.
Nusyus memiliki beberapa bentuk, diantaranya adalah:
  • Menolak ajakan suami ketika mengajaknya ke tempat tidur, dengan terang-terangan maupun secara samar.
  • Mengkhianati suami, misalnya dengan menjalin hubungan gelap dengan pria lain.
  • Memasukkan seseorang yang tidak disenangi suami ke dalam rumah
  • Lalai dalam melayani suami
  • Mubazir dan menghambur-hamburkan uang pada yang bukan tempatnya
  • Menyakiti suami dengan tutur kata yang buruk, mencela, dan mengejeknya
  • Keluar rumah tanpa izin suami
  • Menyebarkan dan mencela rahasia-rahasia suami.
Seorang istri shalihah akan senantiasa menempatkan ketaatan kepada suami di atas segala-galanya. Tentu saja bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah, karena tidak ada ketaatan dalam maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta�ala. Ia akan taat kapan pun, dalam situasi apapun, senang maupun susah, lapang maupun sempit, suka ataupun duka. Ketaatan istri seperti ini sangat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan cinta dan memelihara kesetiaan suami.
3. Tidak menyukai keluarga suami
Terkadang seorang istri menginginkan agar seluruh perhatian dan kasih sayang sang suami hanya tercurah pada dirinya. Tak boleh sedikit pun waktu dan perhatian diberikan kepada selainnya. Termasuk juga kepada orang tua suami. Padahal, di satu sisi, suami harus berbakti dan memuliakan orang tuanya, terlebih ibunya.
Salah satu bentuknya adalah cemburu terhadap ibu mertuanya. Ia menganggap ibu mertua sebagai pesaing utama dalam mendapatkan cinta, perhatian, dan kasih sayang suami. Terkadang, sebagian istri berani menghina dan melecehkan orang tua suami, bahkan ia tak jarang berusaha merayu suami untuk berbuat durhaka kepada orang tuanya. Terkadang istri sengaja mencari-cari kesalahan dan kelemahan orang tua dan keluarga suami, atau membesar-besarkan suatu masalah, bahkan tak segan untuk memfitnah keluarga suami.
Ada juga seorang istri yang menuntut suaminya agar lebih menyukai keluarga istri, ia berusaha menjauhkan suami dari keluarganya dengan berbagai cara.
Ikatan pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan dalam sebuah lembaga pernikahan, namun juga �pernikahan antar keluarga�. Kedua orang tua suami adalah orang tua istri, keluarga suami adalah keluarga istri, demikian sebaliknya. Menjalin hubungan baik dengan keluarga suami merupakan salah satu keharmonisan keluarga. Suami akan merasa tenang dan bahagia jika istrinya mampu memposisikan dirinya dalam kelurga suami. Hal ini akan menambah cinta dan kasih sayang suami.
4. Tidak menjaga penampilan
Terkadang, seorang istri berhias, berdandan, dan mengenakan pakaian yang indah hanya ketika ia keluar rumah, ketika hendak bepergian, menghadiri undangan, ke kantor, mengunjungi saudara maupun teman-temannya, pergi ke tempat perbelanjaan, atau ketika ada acara lainnya di luar rumah. Keadaan ini sungguh berbalik ketika ia di depan suaminya. Ia tidak peduli dengan tubuhnya yang kotor, cukup hanya mengenakan pakaian seadanya: terkadang kotor, lusuh, dan berbau, rambutnya kusut masai, ia juga hanya mencukupkan dengan aroma dapur yang menyengat.
Jika keadaan ini terus menerus dipelihara oleh istri, jangan heran jika suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar ketimbang di rumah. Semestinya, berhiasnya dia lebih ditujukan kepada suami Janganlah keindahan yang telah dianugerahkan oleh Allah diberikan kepada orang lain, padahal suami nya di rumah lebih berhak untuk itu.
5. Kurang berterima kasih
Tidak jarang, seorang suami tidak mampu memenuhi keinginan sang istri. Apa yang diberikan suami jauh dari apa yang ia harapkan. Ia tidak puas dengan apa yang diberikan suami, meskipun suaminya sudah berusaha secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan keinginan-keinginan istrinya.
Istri kurang bahkan tidak memiliki rasa terima kasih kepada suaminya. Ia tidak bersyukur atas karunia Allah yang diberikan kepadanya lewat suaminya. Ia senantiasa merasa sempit dan kekurangan. Sifat qona�ah dan ridho terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya sangat jauh dari dirinya.
Seorang istri yang shalihah tentunya mampu memahami keterbatasan kemampuan suami. Ia tidak akan membebani suami dengan sesuatu yang tidak mampu dilakukan suami. Ia akan berterima kasih dan mensyukuri apa yang telah diberikan suami. Ia bersyukur atas nikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya, dengan bersyukur, insya Allah, nikmat Allah akan bertambah.
�Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.�
6. Mengingkari kebaikan suami
�Wanita merupakan mayoritas penduduk neraka.� Demikian disampaikan Rasulullah Shallallahu �Alaihi wa Sallam setelah shalat gerhana ketika terjadi gerhana matahari.
Ajaib!! wanita sangat dimuliakan di mata Islam, bahkan seorang ibu memperoleh hak untuk dihormati tiga kali lebih besar ketimbang ayah. Sosok yang dimuliakan, namun malah menjadi penghuni mayoritas neraka. Bagaimana ini terjadi?
�Karena kekufuran mereka,� jawab Rasulullah Shallallahu�Alaihi wa Sallam ketika para sabahat bertanya mengapa hal itu bisa terjadi. Apakah mereka mengingkari Allah?
Bukan, mereka tidak mengingkari Allah, tapi mereka mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah diperbuat suaminya. Andaikata seorang suami berbuat kebaikan sepanjang masa, kemudian seorang istri melihat sesuatu yang tidak disenanginya dari seorang suami, maka si istri akan mengatakan bahwa ia tidak melihat kebaikan sedikitpun dari suaminya. Demikian penjelasan Rasulullah Shallallahu �Alaihi wa Sallam dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari (5197).
Mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan suami!!
Inilah penyebab banyaknya kaum wanita berada di dalam neraka. Mari kita lihat diri setiap kita, kita saling introspeksi, apa dan bagaimana yang telah kita lakukan kepada suami-suami kita?
Jika kita terbebas dari yang demikian, alhamdulillah. Itulah yang kita harapkan. Berita gembira untukmu wahai saudariku.
Namun jika tidak, kita (sering) mengingkari suami, mengingkari kebaikan-kebaikannya,  maka berhati-hatilah dengan apa yang telah disinyalir oleh Rasulullah Shallallahu �Alaihi wa Sallam. Bertobat,  satu-satunya pilihan utuk terhindar dari pedihnya siksa neraka. Selama matahari belum terbit dari barat, atau nafas telah ada di kerongkongan,  masih ada waktu untuk bertobat. Tapi mengapa mesti nanti? Mengapa mesti menunggu sakaratul maut?
Janganlah engkau katakan besok dan besok wahai saudariku; kejarlah ajalmu,  bukankah engkau tidak tahu kapan engkau akan menemui Robb mu?
�Tidaklah seorang isteri yang menyakiti suaminya di dunia, melainkan isterinya (di akhirat kelak): bidadari yang menjadi pasangan suaminya (berkata): �Jangan engkau menyakitinya, kelak kamu dimurkai Allah, seorang suami begimu hanyalah seorang tamu yang bisa segera berpisah dengan kamu menuju kami.� (HR. At Tirmidzi, hasan)
Wahai saudariku, mari kita lihat, apa yang telah kita lakukan selama ini , jangan pernah bosan dan henti untuk introspeksi diri,  jangan sampai apa yang kita lakukan tanpa kita sadari membawa kita kepada neraka, yang kedahsyatannya tentu sudah Engkau ketahui.
Jika suatu saat, muncul sesuatu yang tidak kita sukai dari suami; janganlah kita mengingkari dan melupakan semua kebaikan yang telah suami kita lakukan.
�Maka lihatlah kedudukanmu di sisinya. Sesungguhnya suamimu adalah surga dan nerakamu.� (HR.Ahmad)
7. Mengungkit-ungkit kebaikan
Setiap orang tentunya memiliki kebaikan, tak terkecuali seorang istri. Yang jadi masalah adalah jika seorang istri menyebut kebaikan-kebaikannya di depan suami dalam rangka mengungkit-ungkit kebaikannya semata.
�Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).� [Al Baqarah: 264]
Abu Dzar radhiyallahu�Anhu meriwayatkan, bahwasanya Nabi Shallallahu�Alaihi wa Sallam bersabda, �Ada tiga kelompok manusia dimana Allah tidak akan berbicara dan tak akan memandang mereka pada hari kiamat. Dia tidak mensucikan mereka dan untuk mereka adzab yang pedih.�
Abu Dzar radhiyallahu �anhu berkata, �Rasulullah shallallahu �alaihi wa sallam mengatakannya sebanyak tiga kali.� Lalu Abu Dzar bertanya, �Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah?� Beliau menjawab, �Orang yang menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang suka bersumpah palsu ketika menjual. � [HR. Muslim]
8. Sibuk di luar rumah
Seorang istri terkadang memiliki banyak kesibukan di luar rumah. Kesibukan ini tidak ada salahnya, asalkan mendapat izin suami dan tidak sampai mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya.
Jangan sampai aktivitas tersebut melalaikan tanggung jawab nya sebagai seorang istri. Jangan sampai amanah yang sudah dipikulnya terabaikan.
Ketika suami pulang dari mencari nafkah, ia mendapati rumah belum beres, cucian masih menumpuk, hidangan belum siap, anak-anak belum mandi, dan lain sebagainya. Jika hni terjadi terus menerus, bisa jadi suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar atau di kantor.
9. Cemburu buta
Cemburu merupakan tabiat wanita, ia merupakan suatu ekspresi cinta. Dalam batas-batas tertentu, dapat dikatakan wajar bila seorang istri merasa cemburu dan memendam rasa curiga kepada suami yang jarang berada di rumah. Namun jika rasa cemburu ini berlebihan, melampaui batas, tidak mendasar, dan hanya berasal dari praduga; maka rasa cemburu ini dapat berubah menjadi cemburu yang tercela.
Cemburu yang disyariatkan adalah cemburunya istri terhadap suami karena kemaksiatan yang dilakukannya, misalnya: berzina, mengurangi hak-hak nya, menzhaliminya, atau lebih mendahulukan istri lain ketimbang dirinya. Jika terdapat tanda-tanda yang membenarkan hal ini, maka ini adalah cemburu yang terpuji. Jika hanya dugaan belaka tanpa fakta dan bukti, maka ini adalah cemburu yang tercela.
Jika kecurigaan istri berlebihan, tidak berdasar pada fakta dan bukti, cemburu buta, hal ini tentunya akan mengundang kekesalan dan kejengkelan suami. Ia tidak akan pernah merasa nyaman ketika ada di rumah. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, kejengkelannya akan dilampiaskan dengan cara melakukan apa yang disangkakan istri kepada dirinya.
10. Kurang menjaga perasaan suami
Kepekaan suami maupun istri terhadap perasaan pasangannya sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya konflik, kesalahpahaman, dan ketersinggungan. Seorang istri hendaknya senantiasa berhati-hati dalam setiap ucapan dan perbuatannya agar tidak menyakiti perasaan suami, ia mampu menjaga lisannya dari kebiasaan mencaci, berkata keras, dan mengkritik dengan cara memojokkan. Istri selalu berusaha untuk menampakkan wajah yang ramah, menyenangkan, tidak bermuka masam, dan menyejukkan ketika dipandang suaminya.
Demikian beberapa perbuatan yang harus dihindari oleh para istri, yang sudah berjanji menerima suaminya dihadapan Allah SWT ketika didepan penghulu, untuk bisa menerima apa adanya keadaan suaminya. Semoga dengan membaca artikel ini kita dapat menyadarinya betapa perbuatan-perbuatan di atas sangat rusak sekali, dengan menghindari perbuatan-perbuatan tersebut, maka akan menimbulkan akibat keluarga yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah. Bisa berkumpul di SurgaNya Allah bersama suami. Menjadi suami istri sampai Surga.
Amiin Yaa Robbal�alamiin�
Rasulullah Shallallahu �alaihi wa sallam bersabda :�Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: �Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.� (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits Ash Shahihah, Asy- Syaikh Al Albani rahimahullah, no. 287)


Demikian artikel tentang 10 Perilaku Istri Durhaka Kepada Suami ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang 10 Perilaku Istri Durhaka Kepada Suami ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.